Kini telah tiba waktu Ku kan bergerak sepantas mungkin Ke tanah tercinta.. Agar lewat usia ku Di udara ku rindu ku hela. di gigian anak ombak yang membadai ku berlari.. agar hati ku di basahi kemesraan sayang mu.. kerna aku ...masih mengintai cinta suci…
Udara dingin Mentari menyinar Cuba memecah kebekuan hati ku Kerna kau masih membisu Kehangatan bahang suria Tak ku rasai Kerna panggilan kasih mu Masih tiada...aku sendiri ...
Mungkinkah igauan siang Menjadi kenyataan Adakah kita bisa bersua lagi Mengucap kasih ...di renungan Berbicara sehela pernafasan... Berdiri di bumi yang sama Merenung bebola siang Menyapa malam...di pantai pulauan terindah
Bisakah kita bersama?
Semakin dingin malam ku rasai Walaupun aku riang di permukaan...namun... Jiwa ku semakin lara Bagai ada yang memamah tenaga ku Di sahara yang gersang ...aku berenang.. Mencari sedeguk kasihmu yang ku rindu?
Bisakah kita bersama?
Insyaallah kata mu ku ngerti Hati ku sering berbicara Adakah aku dapat memenohi kehendak mu kekasih? Menjadi insan yang complete bukan perfect duhai sayang ku cuba?
Demi cinta ku kutip apa yang tercicir di persimpangan Kan ku basuh segala yang berdebu agar ia semurni senyuman bayi yang menyapa dunia.. Semoga tak ada lagi cinta yang akan luntur kerna detik mengintai usia Jua semoga cinta tak akan lenyap ditelan kehidupan yang mengancam Kerana aku tak bisa berputus asa...
Bisakah kita bersama?
Salam mesra dinima..
ku tak akan bisa lari dari bercinta dalam puisi...ia nyata kekadang..ia hanya lukisan puisi kekadang...
pada mu kekasih.. kau ku rindu... semoga diri ku masih dalam cinta mu kerna kau lah saja yang mengintai lamunanku takala aku kerinduan...
tak akan bisa ada yang terbaru kerana sapaan mu mengunci segalanya..
pada mu kekasih.. ku tak bisa ingin yang terlebeh tak ku pinta dewa tak ku pohon mahligai tak ku ingin kesempuraan kerana dalam kehidupan ... kesempurnaan menghalang keselesaan harian harian yang ku ingin renungi bersama mu kekasih ku.. melewati usia di hujung bersama.. berbincang.. bermesra ...bersenda..senyuman ketawa sehaluan dalam perjalanan itu yang ku impikan
pada mu kekasih.. dengar lah lagu ini..amatilah senikatanya... ia ada dalam jiwa ini... tak dapat ku lukiskan lagi puisi ... pilu kerna kau ingin berlalu.. hanya ingin berkasih..tak ingin cinta.. kalau bercinta hanya di puisi..masakan bisa duhai kekasihku...'
dengar lah sayang.. amatilah yang nyanyian penyanyi Anuar Zain..penoh perasaan dengan nadanya ..mengalir airmataku..lenangannya tak terhenti... oh deritanya andai kau pergi....
amatilah duhai kekasihku...
Anuar Zain - Ketulusan Hati
Cintaku tak berdusta Tak mengenal ingkar Tak kenal nestapa Cintaku hanya indah Hanya bahagia untuk selamanya Apa yang kurasakan ini Persembahan untuk dirimu Kau biarkan kasihku
Mencintaimu tak mengenal waktu Tak mengenal puitis hanya tulusnya hati mencintaimu tak mengenal ragu keyakinan hatiku hanya untuk dirimu selalu
Cintaku tak berdusta Tak mengenal ingkar Tak kenal nestapa Tak ada seribu janji Hanya bahagia untu selamanya Apa yang kurasakan ini Persembahan untuk dirimu Kau benarkan kasihku Mencintaimu tak mengenal waktu Tak mengenal puitis hanya tulusnya hati Mencintaimu tak mengenal ragu Keyakinan hatiku hanya untuk dirimu selalu
Apa yang kurasakan ini Persembahan untuk dirimu Kau dengarkan kasihku
oooo
Mencintaimu tak mengenal waktu Tak mengenal puitis hanya tulusnya hati Mencintaimu tak mengenal ragu Keyakinan hatiku hanya untuk dirimu selalu
KETULUSAN HATI...(TITLE LAGU DRI ANUAR ZAIN)- 6.47am..2008-05-03 inilah hati ku jua..
ku lukiskan puisi untok mu.. PADA MU KEKASIH...
Di pagi yang hening di seberang Bangunku dengan ada nama mu... Dihati ku... Masakan kita kan bersama..satu nantian ..mungkin hanya mimpi.. Ku cuba dan terus ku cuba melupaimu Kerna kau bukan untokku Bagaikan katamu...telah diberikan seorang dalam hidupmu.. Dialah saja..bukan aku Adakah airmata saja yang menemaniku setiada mu..disisi.. Hati ku bertanya..kenapa kau menyapa aku.. Walaupun dalam puisi ...terindah sunggoh percintaan kita Hingga dalam kenyataan terbawa bawa kasih mu Yang kini telah terpahat..terpaut ..terantai.. Bagaimana harus ku harungi lagi dunia yang indah ini Tanpa cinta mu...kerna kau telah nyatakan..kau beri kasihmu..tanpa cinta.. Cinta mu pada nya..pada yang direstui..oh mengapa kita bersua... Di sebalik dinding kaku tanpa udara..tanpa nyata hanya talian tak tersentuh.. Cinta ku terukir dek indah bicara puisi mu... Namun ketulusan cinta ku tak ada bandingan... Hanya kau yang tahu hati ini... Mencintaimu...menggulung segalanya... Kerna ku mencari selama ini seorang pemuisi kekasih sahabat...mungkinkah kita kan bersatu Tahukah kasih ku... cinta pada puisi yg menyatukan kita..tidakkah kau trasa... Dialam maya ku jadi guru puisi untok cinta...namun ku yang keciwa dalam percintaan Kini cinta ku...luar dari alam puisiku...ia lahir dari hati.... *Bagai lagu..ketulusan hati...dari anuar zain... ...kau kan terus ku cintai hingga bebila Duhai Arjuna selamilah hati ku kekadang.. ******
duhai kekasihku.. dengarlah ... renungilah.. bicara yang tak bisa ada hanya kata hatiku.. menanti sesuatu.. adakah ia kan jadi kenyataan hingga luput segalanya ditirai kabus pagi..
bila burung pulang kesarang hati ku mulai hiba malam kan menyapa aku sepi..kau tiada
kenapa ku buka pintu hati ini yang dulu terkunci rapi kenapa kau menyapa seindah bahasa dewa dewi melamar hati yang duka... kini kau brjauhan setelah hati ini mulai meresapi kasihmu tiadakah ada sedikit kasih yang berbunga cinta untok ku
ku tak sesali akan pertemuan di puisi itu lah aku yang memuja bahasa terindah akhirnya aku ditelan cinta puisi... lemah tak bermaya...
kau yang ku cintai.. dengar lah keluhan hatiku... salam mesra mama dinima